100 Referensi Judul Skripsi Fisioterapi, Temukan Inspirasi Terbaik untuk Tugas Akhir Anda

Fisioterapi adalah cabang ilmu kesehatan yang fokus pada perawatan dan rehabilitasi pasien yang mengalami gangguan fisik atau cedera.

Sebagai seorang mahasiswa fisioterapi, menyusun skripsi merupakan tugas yang penting untuk menyelesaikan studi dan mendapatkan gelar sarjana.

Sebagai seorang mahasiswa fisioterapi, menemukan topik yang tepat untuk skripsi bisa menjadi tantangan tersendiri.

Sebuah skripsi yang baik harus mengandung gagasan yang inovatif, relevan dengan bidang ilmu fisioterapi, dan mampu memberikan solusi atas masalah yang dihadapi oleh pasien.

Daftar Judul Skripsi Fisioterapi

Dalam artikel ini, Bmaster23 akan memberikan referensi judul skripsi fisioterapi untuk membantu Anda menemukan inspirasi terbaik untuk tugas akhir.

  1. Pengaruh terapi fisik terhadap peningkatan kualitas hidup pasien stroke.
  2. Evaluasi keefektifan latihan fisik dalam mengatasi nyeri pinggang bawah pada wanita hamil.
  3. Efektivitas teknik kinesio taping dalam mengurangi nyeri pada pasien dengan sindrom myofascial trigger point.
  4. Penerapan teknik peregangan pada penderita plantar fasciitis untuk mempercepat pemulihan.
  5. Efektivitas terapi fisik dalam mengurangi risiko jatuh pada pasien lanjut usia.
  6. Hubungan antara kebugaran fisik dan kualitas hidup pada pasien dengan diabetes tipe 2.
  7. Pengaruh terapi fisik terhadap peningkatan kemampuan fungsi tubuh pada pasien dengan osteoarthritis lutut.
  8. Evaluasi keefektifan teknik manual therapy terhadap nyeri leher dan bahu pada pasien dengan fibromyalgia.
  9. Penerapan teknik dry needling pada penderita nyeri punggung bawah untuk mempercepat pemulihan.
  10. Efektivitas terapi fisik dalam meningkatkan keseimbangan pada pasien dengan gangguan vestibular.
  11. Hubungan antara latihan fisik dan kualitas tidur pada pasien dengan sindrom sleep apnea.
  12. Pengaruh terapi fisik terhadap peningkatan kemampuan fungsi tubuh pada pasien dengan cedera tulang belakang.
  13. Evaluasi keefektifan teknik deep tissue massage terhadap nyeri pada pasien dengan cedera otot.
  14. Penerapan teknik trigger point release pada penderita fibromyalgia untuk mempercepat pemulihan.
  15. Efektivitas terapi fisik dalam mengatasi nyeri pada pasien dengan herniated disc.
  16. Hubungan antara latihan fisik dan kualitas hidup pada pasien dengan multiple sclerosis.
  17. Pengaruh terapi fisik terhadap peningkatan kemampuan fungsi tubuh pada pasien dengan cerebral palsy.
  18. Evaluasi keefektifan teknik joint mobilization terhadap nyeri pada pasien dengan osteoarthritis.
  19. Penerapan teknik myofascial release pada penderita nyeri pinggang bawah untuk mempercepat pemulihan.
  20. Efektivitas terapi fisik dalam mengatasi nyeri pada pasien dengan tendonitis.
  21. Hubungan antara latihan fisik dan kualitas hidup pada pasien dengan kanker payudara.
  22. Evaluasi keefektifan teknik cupping therapy terhadap nyeri pada pasien dengan myofascial pain syndrome.
  23. Penerapan teknik mobilisasi saraf pada penderita nyeri kepala untuk mempercepat pemulihan.
  24. Efektivitas terapi fisik dalam mengatasi nyeri pada pasien dengan patellofemoral pain syndrome.
  25. Hubungan antara latihan fisik dan kualitas hidup pada pasien dengan parkinson.
  26. Pengaruh terapi fisik terhadap peningkatan kemampuan fungsi tubuh pada pasien dengan cedera ligamen.
  27. Evaluasi keefektifan teknik transcutaneous electrical nerve stimulation terhadap nyeri pada pasien dengan osteoarthritis lutut.
  28. Penerapan teknik strain counterstrain pada penderita nyeri kepala untuk mempercepat pemulihan.
  29. Efektivitas terapi fisik dalam mengatasi nyeri pada pasien dengan carpal tunnel syndrome.
  30. Hubungan antara latihan fisik dan kualitas hidup pada pasien dengan rheumatoid arthritis.
  31. Pengaruh terapi fisik terhadap peningkatan kemampuan fungsi tubuh pada pasien dengan spinal stenosis.
  32. Evaluasi keefektifan teknik trigger point dry needling terhadap nyeri pada pasien dengan myofascial pain syndrome.
  33. Penerapan teknik mobilisasi pada penderita frozen shoulder untuk mempercepat pemulihan.
  34. Efektivitas terapi fisik dalam mengatasi nyeri pada pasien dengan patellar tendinopathy.
  35. Hubungan antara latihan fisik dan kualitas hidup pada pasien dengan osteoporosis.
  36. Pengaruh terapi fisik terhadap peningkatan kemampuan fungsi tubuh pada pasien dengan cedera kepala.
  37. Evaluasi keefektifan teknik active release technique terhadap nyeri pada pasien dengan golfer’s elbow.
  38. Penerapan teknik mobilisasi pada penderita ankle sprain untuk mempercepat pemulihan.
  39. Efektivitas terapi fisik dalam mengatasi nyeri pada pasien dengan rotator cuff tendinopathy.
  40. Analisis efektivitas teknik muscle energy untuk mengatasi nyeri pinggang bawah pada pasien dengan sindrom facet joint.
  41. Evaluasi terapi fisik menggunakan Teknik McKenzie pada pasien dengan herniated disc untuk mempercepat pemulihan.
  42. Pengaruh terapi fisik terhadap penurunan kecemasan pada pasien yang menjalani operasi ortopedi.
  43. Peran latihan fisik dalam meningkatkan kekuatan dan keseimbangan pada pasien dengan peripheral neuropathy.
  44. Analisis efektivitas teknik cupping therapy dalam mengurangi nyeri pada pasien dengan plantar fasciitis.
  45. Evaluasi terapi fisik menggunakan teknik deep tissue massage pada pasien dengan fibromyalgia untuk meningkatkan kualitas tidur.
  46. Pengaruh terapi fisik terhadap peningkatan kemampuan fungsi tubuh pada pasien dengan patellar dislocation.
  47. Peran latihan fisik pada pasien dengan kondisi bahu beku: studi kasus di rumah sakit.
  48. Analisis efektivitas teknik manual therapy dalam mengatasi nyeri kepala pada pasien dengan tension-type headache.
  49. Evaluasi terapi fisik menggunakan teknik trigger point release pada pasien dengan myofascial pain syndrome untuk meningkatkan mobilitas.
  50. Pengaruh terapi fisik terhadap penurunan kelelahan pada pasien yang menjalani kemoterapi.
  51. Peran latihan fisik dalam mengurangi risiko jatuh pada pasien dengan osteoporosis.
  52. Analisis efektivitas teknik dry needling pada pasien dengan neck pain untuk meningkatkan kualitas hidup.
  53. Evaluasi terapi fisik menggunakan teknik mobilisasi pada pasien dengan patellar tendinopathy untuk mempercepat pemulihan.
  54. Pengaruh terapi fisik terhadap peningkatan kemampuan fungsi tubuh pada pasien dengan hip dislokasi.
  55. Peran latihan fisik pada pasien dengan kondisi spinal stenosis: studi kasus di rumah sakit.
  56. Analisis efektivitas teknik kinesio taping pada pasien dengan ankle sprain untuk mempercepat pemulihan.
  57. Evaluasi terapi fisik menggunakan teknik mobilisasi saraf pada pasien dengan sciatica untuk meningkatkan mobilitas.
  58. Pengaruh terapi fisik terhadap penurunan risiko jatuh pada pasien lanjut usia dengan gangguan vestibular.
  59. Peran latihan fisik dalam mengatasi nyeri dan kelemahan otot pada pasien dengan dermatomyositis.
  60. Analisis efektivitas teknik muscle energy dalam meningkatkan kekuatan otot pada pasien dengan nyeri pinggang bawah akibat sindrom facet joint.
  61. Evaluasi terapi fisik menggunakan Teknik McKenzie pada pasien dengan herniated disc: studi kasus di klinik fisioterapi.
  62. Pengaruh terapi fisik terhadap penurunan kecemasan pada pasien yang menjalani operasi ortopedi: survei di RS.
  63. Peran latihan fisik dalam meningkatkan kekuatan dan keseimbangan pada pasien dengan peripheral neuropathy
  64. Analisis efektivitas teknik cupping therapy dalam mengurangi nyeri pada pasien dengan plantar fasciitis: penelitian di pusat kesehatan.
  65. Evaluasi terapi fisik menggunakan teknik deep tissue massage pada pasien dengan fibromyalgia untuk meningkatkan kualitas tidur: studi kasus di klinik JKL.
  66. Pengaruh terapi fisik terhadap peningkatan kemampuan fungsi tubuh pada pasien dengan patellar dislocation: penelitian di rumah sakit MNO.
  67. Peran latihan fisik pada pasien dengan kondisi bahu beku: studi kasus di rumah sakit PQR.
  68. Analisis efektivitas teknik manual therapy dalam mengatasi nyeri kepala pada pasien dengan tension-type headache: penelitian di pusat kesehatan STU.
  69. Evaluasi terapi fisik menggunakan teknik trigger point release pada pasien dengan myofascial pain syndrome untuk meningkatkan mobilitas: studi kasus di klinik VWX.
  70. Pengaruh terapi fisik terhadap penurunan kelelahan pada pasien yang menjalani kemoterapi: survei di RS YZ.
  71. Peran latihan fisik dalam mengurangi risiko jatuh pada pasien dengan osteoporosis: studi kasus di puskesmas ABCD.
  72. Analisis efektivitas teknik dry needling pada pasien dengan neck pain untuk meningkatkan kualitas hidup: penelitian di klinik EFGH.
  73. Evaluasi terapi fisik menggunakan teknik mobilisasi pada pasien dengan patellar tendinopathy untuk mempercepat pemulihan: studi kasus di rumah sakit IJK.
  74. Pengaruh terapi fisik terhadap peningkatan kemampuan fungsi tubuh pada pasien dengan hip dislokasi: survei di RS LMN.
  75. Peran latihan fisik pada pasien dengan kondisi spinal stenosis: studi kasus di rumah sakit OPQ.
  76. Analisis efektivitas teknik kinesio taping pada pasien dengan ankle sprain untuk mempercepat pemulihan: penelitian di pusat kesehatan RST.
  77. Evaluasi terapi fisik menggunakan teknik mobilisasi saraf pada pasien dengan sciatica untuk meningkatkan mobilitas: studi kasus di klinik UVW.
  78. Pengaruh terapi fisik terhadap penurunan risiko jatuh pada pasien lanjut usia dengan gangguan vestibular: survei di puskesmas XYZ.
  79. Peran latihan fisik dalam mengatasi nyeri dan kelemahan otot pada pasien dengan dermatomyositis: studi kasus di rumah sakit ABCD.
  80. Analisis efektivitas teknik muscle energy untuk meningkatkan kekuatan otot pada pasien dengan nyeri pinggang bawah akibat sindrom facet joint: penelitian eksperimental di klinik Fisioterapi ABC.
  81. Evaluasi terapi fisik menggunakan Teknik McKenzie pada pasien dengan herniated disc: studi kasus di klinik fisioterapi XYZ dengan metode penilaian Numeric Pain Rating Scale (NPRS).
  82. Pengaruh terapi fisik terhadap penurunan kecemasan pada pasien yang menjalani operasi ortopedi: survei di RS ABC dengan menggunakan kuesioner Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS).
  83. Peran latihan fisik dalam meningkatkan kekuatan dan keseimbangan pada pasien dengan peripheral neuropathy: studi kasus di rumah sakit DEF dengan menggunakan alat ukur dynamometer dan Timed Up and Go Test (TUG).
  84. Analisis efektivitas teknik cupping therapy dalam mengurangi nyeri pada pasien dengan plantar fasciitis: penelitian di pusat kesehatan GHI dengan metode penilaian Visual Analog Scale (VAS).
  85. Evaluasi terapi fisik menggunakan teknik deep tissue massage pada pasien dengan fibromyalgia untuk meningkatkan kualitas tidur: studi kasus di klinik JKL dengan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI).
  86. Pengaruh terapi fisik terhadap peningkatan kemampuan fungsi tubuh pada pasien dengan patellar dislocation: penelitian di rumah sakit MNO dengan menggunakan alat ukur Lower Extremity Functional Scale (LEFS).
  87. Peran latihan fisik pada pasien dengan kondisi bahu beku: studi kasus di rumah sakit PQR dengan menggunakan alat ukur Shoulder Pain and Disability Index (SPADI) dan Shoulder Range of Motion (ROM).
  88. Analisis efektivitas teknik manual therapy dalam mengatasi nyeri kepala pada pasien dengan tension-type headache: penelitian di pusat kesehatan STU dengan metode penilaian Headache Impact Test (HIT-6).
  89. Evaluasi terapi fisik menggunakan teknik trigger point release pada pasien dengan myofascial pain syndrome untuk meningkatkan mobilitas: studi kasus di klinik VWX dengan menggunakan alat ukur Oswestry Disability Index (ODI) dan Neck Disability Index (NDI).
  90. Pengaruh terapi fisik terhadap penurunan kelelahan pada pasien yang menjalani kemoterapi: survei di RS YZ dengan menggunakan kuesioner Cancer Fatigue Scale (CFS).
  91. Peran latihan fisik dalam mengurangi risiko jatuh pada pasien dengan osteoporosis: studi kasus di puskesmas ABCD dengan menggunakan alat ukur Timed Up and Go Test (TUG) dan Berg Balance Scale (BBS).
  92. Analisis efektivitas teknik dry needling pada pasien dengan neck pain untuk meningkatkan kualitas hidup: penelitian di klinik EFGH dengan metode penilaian Neck Disability Index (NDI) dan EuroQol-5D (EQ-5D).
  93. Evaluasi terapi fisik menggunakan teknik mobilisasi pada pasien dengan patellar tendinopathy untuk mempercepat pemulihan: studi kasus di rumah sakit IJK dengan menggunakan alat ukur Victorian Institute of Sport Assessment – Patella (VISA-P) dan Visual Analog Scale (VAS).
  94. Pengaruh terapi fisik terhadap peningkatan kemampuan fungsi tubuh pada pasien dengan hip dislokasi: survei di RS LMN dengan menggunakan alat ukur Hip Disability and Osteoarthritis Outcome Score (HOOS).
  95. Peran latihan fisik pada pasien dengan kondisi spinal stenosis: studi kasus di rumah sakit OPQ dengan menggunakan alat ukur Oswestry Disability Index (ODI) dan Japanese Orthopaedic Association Back Pain Evaluation Questionnaire (JOABPEQ).
  96. Analisis efektivitas teknik kinesio taping pada pasien dengan ankle sprain untuk mempercepat pemulihan: penelitian di pusat kesehatan RST dengan menggunakan alat ukur Lower Extremity Functional Scale (LEFS) dan Visual Analog Scale (VAS).
  97. Evaluasi terapi fisik menggunakan teknik mobilisasi saraf pada pasien dengan sciatica untuk meningkatkan mobilitas: studi kasus di klinik UVW dengan menggunakan alat ukur Straight Leg Raise (SLR) dan Numeric Pain Rating Scale (NPRS).
  98. Pengaruh terapi fisik terhadap penurunan risiko jatuh pada pasien lanjut usia dengan gangguan vestibular: survei di puskesmas XYZ dengan menggunakan kuesioner Berg Balance Scale (BBS) dan Activities-specific Balance Confidence (ABC) scale.
  99. Peran latihan fisik dalam mengatasi nyeri dan kelemahan otot pada pasien dengan dermatomyositis: studi kasus di rumah sakit ABCD dengan menggunakan alat ukur Manual Muscle Testing (MMT) dan Myositis-Specific/Associated Quality of Life Scale (MSAQOL).
  100. Analisis efektivitas teknik dry needling pada pasien dengan frozen shoulder untuk meningkatkan rentang gerak: studi kasus di klinik Fisioterapi XYZ.
Baca Juga :  100 Judul Skripsi Agroteknologi, Daftar Lengkap untuk Mahasiswa

Penutup

Referensi judul skripsi fisioterapi di atas dapat memberikan inspirasi dan ide baru bagi mahasiswa fisioterapi dalam menentukan topik skripsi mereka. Selain itu, judul-judul tersebut juga relevan dengan kondisi pasien di kehidupan sehari-hari, sehingga dapat memberikan solusi yang berguna bagi masyarakat.

Demikianlah judul skripsi Fisioterapi yang dapat dijadikan referensi bagi mahasiswa yang sedang mencari ide untuk penelitian. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membantu dalam menentukan topik skripsi yang menarik dan relevan dengan bidang fisioterapi. Selamat meneliti dan semoga sukses!

Bagikan Artikel ini :