Teknologi Pasca Panen merupakan salah satu aspek penting dalam dunia pertanian yang bertujuan untuk memperpanjang umur simpan dan meningkatkan kualitas produk pertanian setelah panen.

Dalam era modern ini, terdapat berbagai inovasi dan perkembangan teknologi yang dapat diterapkan dalam proses pasca panen, mulai dari pengolahan, penyimpanan, hingga pengemasan produk pertanian.

Dengan memanfaatkan teknologi pasca panen yang tepat, petani dan pelaku bisnis pertanian dapat meningkatkan efisiensi produksi, mengurangi kerugian hasil, serta memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin meningkat akan kualitas dan keamanan pangan.

Artikel ini akan membahas contoh Judul Skripsi Teknologi Pasca Panenyang dapat menjadi inspirasi bagi para mahasiswa yang berminat untuk mengeksplorasi lebih dalam bidang ini.

Daftar Judul Skripsi Teknologi Pasca Panen

Berikut ini adalah 100 contoh judul skripsi Teknologi Pasca Panen:

  1. Evaluasi kualitas penyimpanan dan umur simpan buah-buahan tropis menggunakan sistem pengawetan dengan atmosfer termodifikasi.
  2. Optimalisasi teknik pengeringan gabah untuk meningkatkan kualitas dan keamanan hasil padi.
  3. Studi pengaruh metode pengemasan terhadap masa simpan dan mutu kualitas sayuran organik.
  4. Pengembangan teknologi pascapanen untuk pengolahan dan pemrosesan susu segar.
  5. Analisis efektivitas aplikasi teknologi atmosfer termodifikasi pada penyimpanan bawang merah.
  6. Penerapan teknologi iradiasi untuk meningkatkan umur simpan dan keamanan pangan ikan laut.
  7. Evaluasi kualitas hasil pertanian organik dengan menerapkan teknologi perlakuan panas singkat.
  8. Pemanfaatan teknologi pengendalian suhu pada proses penyimpanan buah-buahan eksotik.
  9. Pengembangan sistem otomatisasi pada pengolahan dan pengemasan produk hortikultura.
  10. Analisis pengaruh suhu dan kelembaban udara terhadap kualitas penyimpanan biji kopi.
  11. Pengembangan teknologi pengolahan susu kedelai menjadi produk berbasis tumbuhan.
  12. Studi komparatif antara teknologi pengeringan matahari dan teknologi pengeringan konvensional pada hasil pertanian.
  13. Pengembangan teknologi pengolahan pascapanen pada produk olahan sayuran organik.
  14. Evaluasi kualitas penyimpanan dan pengemasan pada produk daging sapi segar.
  15. Pemanfaatan teknologi infrared untuk pengeringan dan pemrosesan hasil pertanian.
  16. Analisis perbedaan kualitas penyimpanan buah-buahan segar dengan metode pendinginan vakum dan pendinginan konvensional.
  17. Pengaruh teknologi pengawetan dengan atmosfer termodifikasi pada kualitas penyimpanan sayuran segar.
  18. Studi pemilihan teknik pengolahan dan pengemasan terbaik untuk meningkatkan nilai ekonomi produk pertanian.
  19. Analisis kualitas dan keamanan hasil pertanian organik menggunakan teknologi deteksi dini mikroorganisme patogen.
  20. Penerapan teknologi penanganan pasca panen dalam meningkatkan mutu pangan lokal di daerah pedesaan.
  21. Evaluasi pengaruh teknologi pengemasan sederhana terhadap umur simpan sayuran segar.
  22. Pengembangan metode pengeringan solar untuk hasil pertanian di daerah pedesaan.
  23. Analisis kualitas penyimpanan buah-buahan dengan menggunakan teknologi pendinginan konvensional.
  24. Penerapan teknik pengawetan dengan garam pada ikan segar.
  25. Studi komparatif pengaruh suhu penyimpanan terhadap kualitas buah-buahan eksotik.
  26. Evaluasi efektivitas penggunaan kantong plastik berpermeabilitas tinggi dalam pengemasan sayuran.
  27. Analisis teknologi pengolahan sederhana pada produk pangan lokal.
  28. Pengembangan metode pengeringan dengan oven listrik untuk hasil pertanian skala kecil.
  29. Studi pengaruh penggunaan bahan pengawet alami dalam penyimpanan daging segar.
  30. Evaluasi pengaruh metode pengemasan vakum terhadap kualitas beras.
  31. Pengembangan teknologi pengolahan pascapanen pada produk perikanan skala rumah tangga.
  32. Analisis pengaruh lama penyimpanan terhadap mutu sayuran menggunakan teknologi rak pendingin.
  33. Penerapan teknik pengeringan alami pada hasil pertanian organik.
  34. Evaluasi penggunaan kantong plastik berpermeabilitas rendah pada pengemasan buah-buahan lokal.
  35. Studi perbedaan kualitas penyimpanan hasil pertanian menggunakan teknik pendinginan dengan air dingin dan es.
  36. Pengembangan teknologi pengolahan buah-buahan menjadi produk olahan sederhana.
  37. Analisis efektivitas penggunaan bahan pengawet nabati dalam penyimpanan hasil perkebunan.
  38. Studi perbandingan metode pengemasan plastik biasa dan vakum pada kualitas penyimpanan daging ayam.
  39. Evaluasi pengaruh teknologi pengeringan matahari terhadap kualitas biji kopi.
  40. Penerapan teknologi pengolahan pascapanen pada produk hortikultura di tingkat petani.
  41. Pemanfaatan teknologi sensor cerdas untuk pemantauan kondisi penyimpanan hasil pertanian.
  42. Pengembangan sistem pengawetan dengan penggunaan bahan pengawet alami pada produk pangan organik.
  43. Analisis pengaruh metode pengemasan berbasis mikroorganisme probiotik terhadap umur simpan sayuran organik.
  44. Penerapan teknologi sinar ultraviolet dalam pengolahan dan penyimpanan produk hortikultura.
  45. Studi perbandingan teknologi pengeringan vakum dan teknologi pengeringan dengan suhu rendah pada hasil pertanian.
  46. Evaluasi pengaruh teknologi pendinginan cepat terhadap mutu daging segar.
  47. Pengembangan sistem pengemasan berbasis IoT (Internet of Things) untuk monitoring dan pengendalian kualitas produk pertanian.
  48. Analisis efektivitas teknologi ozon dalam pengawetan hasil perikanan segar.
  49. Studi pengaruh teknologi perlakuan panas terhadap kualitas dan keamanan pangan nabati.
  50. Penerapan teknologi nanokomposit dalam pengemasan buah-buahan untuk memperpanjang umur simpan.
  51. Evaluasi penggunaan film biodegradable pada pengemasan sayuran untuk mengurangi dampak lingkungan.
  52. Pengembangan sistem kontrol suhu dan kelembaban berbasis IoT pada ruang penyimpanan hasil pertanian.
  53. Analisis pengaruh teknologi pengolahan vakum terhadap kualitas dan nutrisi sayuran organik.
  54. Studi penggunaan teknologi pengeringan inframerah pada pengolahan hasil perkebunan.
  55. Evaluasi efektivitas teknologi atmosfer termodifikasi dalam penyimpanan buah-buahan eksotik.
  56. Penerapan teknologi pengawetan dengan nitrogen cair pada produk pertanian berbasis tumbuhan.
  57. Analisis pengaruh metode pengeringan suhu tinggi terhadap karakteristik sensoris hasil pertanian.
  58. Studi perbandingan teknologi pengolahan minyak kelapa dengan metode tradisional dan modern.
  59. Evaluasi kualitas penyimpanan hasil pertanian menggunakan teknologi pengemasan berbasis antimikroba.
  60. Penerapan teknologi sinar gamma dalam sterilisasi dan pengawetan hasil perikanan.
  61. Penerapan teknologi penanda molekuler dalam pengawetan hasil pertanian berbasis tumbuhan.
  62. Evaluasi pengaruh teknologi pengolahan atmosfer termodifikasi pada mutu buah-buahan organik.
  63. Studi perbandingan teknologi pengeringan dengan menggunakan energi surya dan energi listrik pada hasil pertanian.
  64. Analisis efektivitas teknologi ozonasi dalam pengawetan daging segar.
  65. Penerapan teknologi penanda RFID (Radio Frequency Identification) untuk pemantauan rantai pasok produk pertanian.
  66. Pengembangan sistem pengeringan vakum untuk hasil perikanan skala mikro.
  67. Studi pengaruh teknologi pengolahan dengan metode ekstraksi pada produk olahan sayuran organik.
  68. Evaluasi penggunaan film komposit biodegradable pada pengemasan buah-buahan eksotik.
  69. Analisis pengaruh teknologi perlakuan osmotik pada kualitas penyimpanan sayuran.
  70. Penerapan teknologi sensor cerdas untuk mendeteksi mutu dan kesegaran daging ayam.
  71. Studi pengaruh teknologi pengolahan dengan metode fermentasi pada produk pangan nabati.
  72. Evaluasi penggunaan teknologi pengemasan berbasis nanokomposit pada penyimpanan beras organik.
  73. Analisis efektivitas teknologi pengawetan dengan menggunakan antimikroba alami pada hasil perikanan segar.
  74. Penerapan teknologi pengolahan hasil pertanian dengan metode pengeringan udara panas pada skala kecil.
  75. Studi perbandingan pengaruh teknologi pendinginan dengan menggunakan es dan teknologi pendinginan dengan udara dingin terhadap kualitas buah-buahan lokal.
  76. Evaluasi penggunaan teknologi pengemasan berbasis edibel pada penyimpanan sayuran segar.
  77. Analisis pengaruh teknologi pengolahan dengan metode ekstraksi enzimatik pada produk olahan susu segar.
  78. Penerapan teknologi atmosfer termodifikasi dengan penggunaan senyawa bioaktif pada buah-buahan eksotik.
  79. Studi perbandingan efektivitas teknologi pengeringan inframerah dan teknologi pengeringan konvensional pada hasil pertanian.
  80. Evaluasi pengaruh teknologi pengolahan dengan metode fermentasi pada produk pangan lokal.
  81. Evaluasi pengaruh teknologi pengemasan berkelanjutan pada pengurangan limbah plastik dalam penyimpanan hasil pertanian.
  82. Pengembangan sistem pengeringan berbasis energi terbarukan untuk produk pertanian skala mikro.
  83. Analisis efektivitas teknologi pengawetan dengan bahan alami dalam mendukung pertanian organik.
  84. Penerapan teknologi pengolahan pasca panen dalam mendukung produksi pangan lokal yang berkelanjutan.
  85. Studi perbandingan teknologi pengemasan ramah lingkungan pada produk pangan organik.
  86. Evaluasi penggunaan teknologi pengeringan dengan energi surya untuk meningkatkan efisiensi hasil pertanian.
  87. Pengembangan sistem pengawetan dengan menggunakan bahan alami pada produk perikanan berkelanjutan.
  88. Analisis pengaruh teknologi atmosfer termodifikasi pada pengurangan pembusukan dan peningkatan umur simpan buah-buahan lokal.
  89. Studi pengaruh teknologi pengolahan dengan metode enzimatik pada produk pangan bebas gluten.
  90. Evaluasi penggunaan teknologi pengemasan kertas pada penyimpanan sayuran segar.
  91. Pengembangan sistem pengeringan dengan menggunakan energi surya untuk hasil pertanian di daerah terpencil.
  92. Analisis efektivitas teknologi pengawetan dengan senyawa antimikroba alami pada hasil perikanan berkelanjutan.
  93. Penerapan teknologi pengolahan hasil pertanian dengan metode fermentasi dalam mendukung pertanian organik.
  94. Studi perbandingan pengaruh teknologi pendinginan dengan menggunakan air dingin dan teknologi pendinginan dengan udara terkondisi pada buah-buahan eksotik.
  95. Evaluasi penggunaan teknologi pengemasan biodegradable pada penyimpanan beras organik.
  96. Analisis pengaruh teknologi perlakuan osmotik pada kualitas penyimpanan sayuran lokal.
  97. Penerapan teknologi sensor cerdas untuk pemantauan kualitas dan kesegaran daging ayam berkelanjutan.
  98. Studi pengaruh teknologi pengolahan dengan metode ekstraksi pada produk olahan nabati organik.
  99. Evaluasi penggunaan teknologi pengemasan berbasis nanokomposit pada penyimpanan buah-buahan eksotik berkelanjutan.
  100. Analisis efektivitas teknologi pengawetan dengan menggunakan antimikroba alami pada hasil perikanan segar untuk mendukung pertanian berkelanjutan.

Penutup

Teknologi Pasca Panen memiliki peran yang krusial dalam mengoptimalkan hasil pertanian dan memastikan suplai pangan yang berkualitas. Dengan kemajuan teknologi yang terus berkembang, terbuka peluang besar bagi para peneliti dan mahasiswa untuk menggali lebih dalam lagi di bidang ini.

Dari contoh judul skripsi Teknologi Pasca Panen yang telah disebutkan di atas, diharapkan dapat memotivasi dan memberikan inspirasi bagi mahasiswa dalam menjalankan penelitian yang berhubungan dengan teknologi pasca panen.

Semoga contoh judul skripsi di atas dapat memberikan inspirasi dan arahan bagi para mahasiswa yang tertarik untuk melakukan penelitian di bidang Teknologi Pasca Panen.